PELAJARAN PEMBASUHAN KAKI PARA RASUL

PELAJARAN PEMBASUHAN KAKI PARA RASUL
YAHYA 13 : 1 – 20

Pembasuhan kaki Tuhan Yesus lakukan dahulu dari hari raya Paskah, sesudah Tuhan Yesus mengetahui sudah waktunya Ia keluar dari dunia ini. Ayat 1
Perayaan Paskah ini sudah mulai pada tahun 1513 SM tatkala Umat Israel hendak tinggalkan Mesir, tanah dimana mereka diperhambakan – Kel 12. Domba yang di bantai pada Perayaan Paskah (Anak Domba Paskah) adalah bayangan Tuhan Yesus perhatikan 1 Kor 5 : 17 sbb: “ Buangkan ragi yang lama itu supaya kamu menjadi segumpal yang baru sebab kamu tidak bercampur ragi, karena sudah tersembelih Paskah kita yaitu Kristus. Oleh karena itu untuk dapat dapat mengerti tentang Perjamuan Paskah ini, bacalah dan pelajarilah dalam Kitab Keluaran 12.
Anak Domba Jantan yang tidak bercacat cela di tangkap pada 10 hari bulan nisan dan baru dibantai pada tanggal 14 hari bulan nisan, jadi lamanya 4 hari. Anak Domba paskah itu adalah bayangan Tuhan Yesus dan satu hari bagi Tuhan adalah 1000 tahun bagi manusia perhatikan II Petrus 3 : 8 dan Mazmur 90 : 4. Sebagaimana Anak Domba Paskah sudah disediakan 4 hari, barulah di bantai; Begitupun Tuhan Yesus sudah disediakan 4000 tahun semenjak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, di keluarkan dari Taman Eden dimana Domba yang disembelih, kulitnya diambil di jadikan sarung lalu dikenakan pada Adam dan Hawa (Kej. 3 : 1) lalu hubungkan ini dengan Wahyu 13 : 8. – Genap 4000 tahun sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa barulah Kristus dikorbankan, di atas Bukit Golgota. Sebagai Domba Paskah untuk mengangkut dosa isi dunia dan membawa hukum Anugrah dan Kebenaran perhatikan Yesaya 53; Yahya 1 :29; Yohanes 1 :17; I Petrus 2 : 24; Markus 15 : 20 – 41; Matius 27 : 31 – 56; Lukas 23 : 26 – 49.
Peristiwa Pembasuhan Kaki terjadi pada tahun 33 Masehi yaitu pada malam terakhir dimana Tuhan Yesus bersama-sama dengan para RasulNya yang dikasihi, kecuali anak kebinasaan yaitu Yudas Iskariot. Perhatikan Yahya 17 : 12. – Peristiwa ini begitu penting (serius) karena Pembasuhan Kaki ini terjadi pada malam perpisahan dimana di adakan dua perjamuan yaitu :
1. Perjamuan Paskah
2. Perjamuan Suci
Perlu diingat bahwa Pembasuhan Kaki ini mempunyai arti rohani yang istimewa. Ini bukan sekedar membasuh kaki saja, karena adat basuhan adalah hukum lahiriah saja yang ditanggungkan atas orang seperti yang dimaksud dalam Ibrani 9 : 10 yang berbunyi sbb : “ Sedangkan perkara ini beserta makanan dan minuman dan berbagai-bagai pembasuhan itu hanya hukum cara lahir saja yang ditanggungkan atas orang pada masa segala sesuatu akan disempurnakan kelak. Lalu bandingkan dengan I Kor 2 : 12 –16 Perhatikan dalam Firman Tuhan adalah yang dilakukan menurut kata itu adalah pengertian yang dirohanikan dalam Injil Matius 16 : 24, bukan berarti menanggung salib lalu membuat salib untuk dipikul setiap hari, akan tetapi rela di olok, di nista, di sengsarakan, di aniaya karena Kristus, Roms 8 : 17 dan Kisah Rasul 14 : 22. (Inilah yang dimaksud menanggung salib setiap hari).
Perjamuan Paskah, makan danging Domba yang di panggang pada api dan apam fatir dan hendaklah dimakannya dengan gulai yang pahit dan harus dimakan habis. Kel. 12 : 8 – 11.
Perjamuan Suci, makan roti dan air anggur yang sudah di berkati. Perhatikan Matius 26 : 26 – 28 adalah pengganti Perjamuan Paskah. Perhatikanlah bahwa pada waktu Tuhan Yesus membasuh kaki para Rasul terjadi dua perkara yaitu :
1. Tuhan Yesus menamatkan Paskah Yahudi yang sudah dimulai pada tahun 1513 SM dan Penggenap Paskah itu adalah Kristus sendiri, dimana Kristus adalah Paskah itu, tatkala Tuhan Yesus mati di bukit Golgota, seperti Anak Domba Paskah yang tersembelih. Itu sebabnya diadakan Perayaan Paskah terakhir bersama Rasul-rasul, dan Yesus menutup Pasah untuk selama-lamanya.
2. Tuhan Yesus memulai Perjanjian Baru dimana Ia mengadakan Perjamuan Suci pengganti Paskah, seperti apa yang Ia lakukan bersama-sama dengan Rasul-rasul, perhatikan Matius 26 : 26 – 30. Untuk mensahkan Perjanjian Baru diperlukan Darah. Itu sebabnya untuk mensahkan Perjanjian Lama diperlukan darah binatang dengan memperhatikan Ibrani 9 : 18 – 22. Pengorbanan Kristus di Golgota adalah penggenapan Paskah dalam Keluaran 12. Dan Upacara Paskah berakhir dan di ganti dengan Perjamuan Suci, yang dilakukan sampai Kristus datang menjemput GerejaNya perh. I Kor. 11 : 23 – 26. Oleh karena itu Perjanjian Baru disahkan/dimeteraikan dengan Darah Kristus yang mulia Mat. 26 : 28; I Petrus 2 : 24.
Banyak Hamba Tuhan tidak teliti membaca Firman Tuhan sehingga mereka tidak dapat membedakan mana Paskah Yahudi dan mana Perjamuan Suci, karena mereka tidak menyerah pada ROH Kudus sehingga mereka tidak mengerti perkara bayangan, mana wujudnya yang sebenarnya. Roh Kudus sebenarnya akan membuka rahasia Kebenaran Firman melalui Karunia Roh seperti apa yang dimaksud dalam Yahya 16 : 13; I Yahya 2 : 27; I Kor 2 : 12-13.
Kadang-kadang ada kekeliruan Hamba Tuhan yang membasuh kaki Sidang Jemaatnya beserta teman-temannya pelayan sebelum makan Perjamuan Suci bahkan ada juga Hamba-hambaKu yang menyuruh Sidang Jemaatnya untuk saling membasuh kaki sebelum makan Perjamuan Suci. Hal ini nampak di Amerika serikat dan juga di negara lain, tidak terkecuali di Indonesia.. Soal Pembasuhan Kaki adalah adat yang lazim dalam Kitab Talmut buku orang Yahudi, dimana nampak dengan jelas peraturan-peraturan tentang mencuci tangan (membasuh tangan) dam Membasuh kaki. Dalam Pelajaran Tabernakel apabila seorang Imam memasuki Kamar Suci, dia harus membasuh kaki dan tangan, jika tidak ia akan di bunuh – Kel 30 : 18 – 20. Kolam Pembasuhan adalah arti dari Baptisan Air secara Rohani. Ingat keselamatan manusia harus berpegang pada Firman Tuhan dalam Injil Yahya 3 : 5 dan Kisah Rasul 2 : 37 – 38. Bagi setiap mereka yang sudah di lahirkan baru dari air dan Roh (di baptis dengan air dan Roh) baru boleh masuk Kerajaan Allah. Ingatlah bahwa Perayaan Paskah yang di dahului dengan Pembasuhan Kaki oleh Yesus adalah termasuk pada Ibadat yang lama, yang sudah genapkan/sudahkan oleh kematian Kristus di atas Bukit Golgota, karena Kristuslah penyudah Torat. Dengan memperhatikan Surat Roma 10 : 4 dan Efesus 2 : 15 berarti Torat dan segala syaratnya sudah berakhir, termasuk Pembasuhan Kaki. Dengan memperhatikan Rum 7 : 6 yang berbunyi sbb : “ Tetapi kita sudah terlepas daripada Hukum Torat itu, sedang kita sudah mati lepas dari hukum itu yang di dalamnya kita berpegang sehingga kita berbuat ibadat baharu yang rohani bukannya ibadat lama yang menurut sebagaimana rukun saja. Hubungkan ini dengan Ibrani 9 : 10. Perhatikanlah bahwa Pembasuhan Kaki itu mempunyai pengertian rohani yang indah yang harus di mengerti oleh setiap orang yang percaya dengan sungguh termasuk Hamba-hamba Tuhan yang kurang paham di akhir zaman ini.
Perhatikan dalam Matius 26 : 17 – 30 dan Yohanes 13 : 21 – 35. Yudas Iskariot dalam ayat ayat ini hanya mengambil bahagian dalam Perayaan Paskah, dan setelah Tuhan Yesus menyatakan dengan terus terang bahwa orang yang menyerahkan Dia (yaitu Yudas Iskariot ) maka Yudas Iskariot meninggalkan Dia dan Rasul rasul yang lain. Sepeninggal Yudas Iskariot barulah Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Suci pada malam itu dengan kesebelas Rasul, Yohanes 13 : 26 – 30. Karena Paskah berakhir jam 6 sore waktu setempat, barulah Yesus mengadakan Perjamuan Suci atau Perjamuan Malam, tapi Yudas Iskariot tidak mengambil bahagian dalam Perjamuan Malam/Perjamuan Suci; perhatikan ayat 30 yang berbunyi sbb : Setelah diambil Yudas sesuap itu keluarlah ia dengan segeranya maka haripun malamlah. Setelah Yudas Iskariot ini keluar, barulah Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Suci atau Perjamuan Malam dengan kesebelas Rasul.
Perhatikanlah dalam Yohanes 13 : 4 – 16.
Mengapa Yesus hanya membasuh kaki para Rasul? Karena kaki adalah satu anggota gerak dari tubuh manusia. Tanpa kaki, manusia tak dapat berjalan. Karena kaki itu memikul seluruh tubuh. Jadi kaki adalah menunjuk pada PENDIRIAN MANUSIA dan PERJALANAN MANUSIA. Apa sebab Yesus membasuh kaki para Rasul ? Supaya mereka :
Berdiri dalam KesucianNya.
Berjalan dalam Kesucian Kristus, atau berdiri dan berjalan dalam KebenaranNya.
Ayat 4
Sementara makan Paskah, Tuhan Yesus bangun berdiri serta melakukan dua perkara
1. Menanggalkan Jubah, Jubah menunjuk pada
a. Pakaian Kemuliaan sebagai Pakaian Imam Besar
b. Ibadat yang lama (Torat dan Syarat Torat)
2. Yesus mengambil sehelai kain dan mengikat pinggangNya.
Ikat Pinggang menunjuk pada ikat pinggang kebenaran, perhatikan Epesus 6 : 14 yang berbunyi sbb : Sebab itu berdiri tetap dengan pinggangmu berikatkan perihal yang benar dan zirah kebenaran.
Ingatlah Hamba KU bahwa Perjamuan Suci yang AKU adakan itu, menamatkan Pasah Yahudi. Perjamuan Suci adalah Perjanjian Baru merupakan kegenapan dari Pasah Yahudi. Oleh karena itu Pasah Yahudi ditiadakan serta pembasuhan kakinya diganti dengan Perjamuan Suci. Dan Perjamuan Suci ini adalah sakramen gereja yang harus dilakukan sampai AKU kembali perhatikan I Kor 11 : 23 – 26. Karena Perjamuan Suci mengingatkan PengorbananKU di kemuncak Joljuta untuk menebus dosa isi dunia sampai AKU kembali menjemput Gereja KU, yakni kamu.
Itu sebabnya kenapa AKU menanggalkan jubahKU ? Sekali lagi jubah ini membayangi ibadat yang lama, yakni ibadat secara Torat menurut rukun saja. Ibadat ini, dengan kematian KU telah berakhir dan diganti dengan ibadat yang baru dengan memperhatikan Rum 7 : 6. Dengan kematian KU di kemuncak Joljuta maka AKU mengakhiri Hukum Torat perhatikan Luk. 16 : 16, Rum 10 : 4, Eps. 2 : 14 – 16 lalu bandingkan dengan Yahya 1: 17. Yang berbunyi sbb : Karena torat sudah diberi oleh Musa tetapi Anugrah dan Kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus. Juga dengan kematianKU di Joljuta AKU menanggalkan jubahKU (kemuliaan KU) dan mati secara hina dina perhatikan Pil. 2 : 5 – 11 dan perhatikan ayat 7 – 8.
Itulah maksudnya AKU menanggalkan JubahKU dalam dua pengertian Rohani.
Ayat 5
Setelah itu Ia menuang air kedalam sebuah bokor lalu mulai membasuh kaki murid-muridnya dan menyapu dengan kain yang terikat dipinggangnya itu.
Waktu membasuh kaki murid murid KU, maka AKU berlutut. Bokor itu menunjukan pada kehidupan manusia. Bokor itu dibuat dari tanah liat. Manusia waktu AKU jadikan, AKU bentuk dari tanah liat perhatikan Kej 2 : 7.
AIR itu menunjukan/membayangi 2 hal :
a. FirmanKU yang benar Wahyu 21 : 6 dan Yesaya 55 : 1
b. RohKU Yahya 4 : 13 – 14 dan Yahya 7 : 38 – 39.
Sebab itu baik FirmanKU maupun RohKU mempunyai KUASA untuk menyucikan manusia yang percaya padaKU dengan sungguh-sungguh. Perhatikan FirmanKU dalam Eps. 5 : 26, dan Titus 3 : 5, Rum 15 : 16 dan Yahya 15 : 3. Bokor itu diisi penuh dengan air, baru dapat dipakai untuk mencuci kaki para Rasul. Demikian juga sebelum kamu dipenuhi dengan FirmanKu dan RohKU maka tak berlayak mencuci orang lain dengan kebenaran FirmanKu dan RohKU . Sebab itu dalam Pelajaran Kaki Dian/Pelita Emas dalam Kemah Sembahyang, dimana kelopak, kuntum dan bunga yang terdiri dari 66 buah berbicara 66 kitab (PL dan PB) dari Kitab Kejadian s/d Wahyu harus kamu miliki. Dan Kaki Dian itu harus diisi dengan minyak zait supaya ketujuh pelita itu menyala. Ini berbicara harus penuh dengan Rohulkudus barulah kamu jadi terang. Perhatikan Kol 3 : 16, Eps 5 : 18, I Kor 14 : 12. Sebab itu jangan sekali-kali membawa kabar Pertobatan kalau kamu belum bertobat, jangan kamu membawa kabar Baptisan kalau kamu belum dibaptis, jangan kamu membawa kabar Baptisan Rohulkudus kalau kamu belum dibaptis dengan Rohulkudus dstnya. Jangan sekali-kali kamu membersihkan orang lain dengan kebenaranKu kalau kamu sendiri belum memiliki FirmanKu yang benar dan RohKU. Kehidupan seorang hambaKU yang melayani AKU menjadi terangKu di tengah tengah Dunia bagaikan Kaki Dian atau Pelita. Harus diisi dengan FirmanKU, penuh dengan RohKu bukan separuh separuh.
Sebelum AKU mencuci kaki para Rasul, AKU berlutut, ini menunjuk pada kerendahan, kerendahan yang bukan dibuat buat tetapi dengan kesungguhan hati. Demikian juga kamu dalam melayani AKU atau pekerjaan KU, hendaklah kamu datang merendahkan diri dahadapanKU, menyembah AKU dahulu, lalu dalam kamu melayani pekerjaanKu hendaklah kamu merendahkan diri, supaya AKU memakai kamu lebih heran. Perhatikan FirmanKU dalam Mat. 5 : 3 lalu perhatikan Yahya Pembaptis dalam Yah. 3 : 20, Matius 3 : 11, Gal. 2 : 20. Sebab itu dalam Injil Markus AKU disebutkan sebagai Hamba yang melayani.
Apa sebabnya AKU mencuci para Rasul rasul Ku ?
Sebab sebabnya adalah sbb :
1. Supaya Rasul rasul Ku berjalan dalam KesucianKu; kesucian dalam pelayanan dan kesucian kehidupan.
2. Supaya Rasul rasul KU mempunyai pendirian yang stabil dalam melayani pekerjaan KU dan kestabilan itu datangnya dari Firman dan RohKU.
Ingatlah bahwa kaki itu memikul tubuh manusia. Kaki yang kuat sangat diperlukan untuk memikul tubuh ini/tubuh manusia. Kaki yang lemah tak sanggup memikul tubuh manusia. Demikian juga melayani pekerjaanKU harus berjalan dalam Kesucian dan kehidupan Rohani yang stabil dan kuat. Dan itu terjadi kalau kamu limpah dengan firmanKU dan RohKU. Sebab itu pendirian percaya yang stabil dan kuat sangat berguna sekali bagi kehidupan Hamba-hambaKU dab sidang jemaat, apalagi memasuki kesempurnaan GerejaKU da akhir zaman ini.
Perhatikan :
Kaki manusia sudah melekat dengan debu tanah, sehingga mudah kotor. Kaki ini membayangi hati manusia. Hati manusia adalah pusat daripada kehidupan Rohani. Itu sebabnya dalam Amsal 4 : 23 berkata sbb : Peliharakanlah hatimu terlebih daripada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup. Demikianlah peliharakanlah perjalanan kehidupan kerohanian mu sama dengan memelihara hatimu; perhatikan Alkatib 4 : 17 sbb : Ingat ingatlah olehmu akan kakimu apabila engkau masuk kedalam bait Ullah karena sedia akan menurut itu baik daripada segala korban yang dipersembahkan oleh orang bodoh karena sesungguhnya dibuatnya jahat dengan tiada diketahuinya sendiri. Demikian juga hati dipeliharakan seperti dimaksud dengan Amsal Sol. 4 : 23.
Hati manusia mudah melekat dengan kotoran dosa, seperti dengki, cemburu dsbnya, seperti kaki yang mudah melekat kotor dan debu. Oleh karena itu kaki membayangi HATI. Perhatikan FirmanKU dalam Mat. 25 : 18 – 20 yang berbunyi sbb : Tetapi barang yang keluar dari mulut itu datangnya dari dalam hati, maka itulah yang menajiskan orang. Karena dari dalam hati itupun keluarlah pikiran jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, segala hal itulah menajiskan orang, tetapi makan dengan tangan yang tiada berbasuh, tiada menajiskan orang.
Demikian juga makan Perjamuan Suci tanpa basuh kaki secara lahiriah tidak menajiskan, tetapi sebelum makan Perjamuan Suci harus ada pembersih kehidupan rohani melalui Firman dan RohKU. Karena kalau kamu sudah dibersihkan dengan Firman dan RohKU sebelum kamu makan Perjamuan Suci, barulah kamu berlayak. I Kor 11 : 23 – 32. Jadi perjalanan Rohanilah yang diutamakan.
Seperti kaki manusia dibersihkan dengan air demikian pun hati manusia dibersihkan melalui AIR Firman dan RohKU perhatikan kembali Eps. 5: 26, Rum 15: 16.
Sebab itu orang Kristen yang tak pernah membiarkan hatinya dicuci atau dibersihkan oleh Firman dan RohKU, tak punya pendirian, kehidupan Rohaninya tidak stabil. Perjalanan hidupnya selalu kotor, tidak ada pertobatan yang sungguh sehingga sukar mengeluarkan buah buah Rohani. Dalam Alkitab ada tiga macam buah yakni :
1. Buah Pertobatan—kehidupan yang lama ditinggalkan dan menempuh hidup yang baru dalam Kristus perhatikan Mat. 3 : 8, II Kor 5 : 17
2. Buah buah Pelayanan—membawa jiwa jiwa datang pada Tuhan perhatikan Yah 15: 16. Sebab kalau tidak berbuah diancap dengan Yah. 15 : 2. Buah buah pelayanan lihat Rasul Petrus dalam Kisah 2 : 37 – 38, 40 dan bandingkan dengan perempuan Samaria dalam Yah. 4 karena kesaksiannya maka gemparlah kota Samaria, sehingga mereka datang mendapat AKU dan berlakulah FirmanKU dalam Yah. 4 : 34 – 42.
3. Buah buah Roh dalam Gal. 5 : 22 – 23 dan hubungkan dengan I Kor. 13 : 1 – 11.

Sebab itu hati manusia adalah alat yang paling vital, oleh karena itu hati manusia harus dicuci, dibersihkan dengan FirmanKU dan RohKU dan dipelihara lebih daripada segala perkara. Perhatikan kembali Amsal 4 : 23…supaya terhindar dari apa yang disebut dalam Mat. 15 : 18 – 20.
Sebab itu jangan kamu keliru mengartikan FirmanKU sehingga kamu mencuci kaki sebelum kamu makan Perjamuan Suci, karena itu AKU lakukan mengakhiri Pasah Yahudi. Yang penting hatimulah yang dicuci/dibasuh/dibersihkan oleh Firman dan RohKU, bukan kaki manusia jasmani, tetapi perjalanan hidup karohanian yang mengiring AKU dan malayani AKU. Walaupun kakimu engkau cuci/basuh, kemudian kakimu dipasangkan sepatu emas sekalipun, tetapi kalau hatimu kotor tak ada gunanya sama sekali.
Disinilah letak rahasianya Perjamuan Suci, yaitu sebelum seseorang mengambil behagian dalam Perjamuan Suci, harus membiarkan hatinya dicuci/dibasuh oleh AKU melalui Firman dan RohKU.
Sekarang mengertikah kamu ? bahwa AKU mencuci/membasuh kaki para Rasul rasul KU mempunyai pengertian Rohani yang istimewa ? Sebab itu sangat menggelikan kalau ada Hamba hamba KU yang tak mengerti soal ini, mereka sibuk dengan perkara lahiriah dan tak perhatikan perkara perkara Rohani.
Ayat 6 – 7
Tatkala AKU tiba pada Simon Petrus, hendak membasuh kaki…………
Masakan AKU TUHAN dan GURUNYA, membasuh kakinya. Memang menurut kebiasaan, seharusnya terbalik dimana RasulKU Simon Petrus lah yang harus membasuh kaki KU.
Tetapi AKU berkata pada Rasul Petrus bahwa barang apa yang AKU buat mencuci kaki belum dia dapat mengerti sekarang, tetapi akhirnya klak dia akan mengerti.
Kenapa RasulKU Petrus tidak mengerti ? tatkala AKU lakukan ini ? sebab sebabnya sbb :
Karena pada waktu itu Rasul Petrus belum dipenuhi oleh RohKU, karena RohKU belum ada karena AKU belum dipermuliakan perhatikan Yah. 7 : 38 – 39, sehingga apa yang dia pikirkan bukan perkara perkara Rohani. Tetapi perkara perkara jasmani belaka. RasulKU Petrus sama sekali tolol dengan perkara perkara Rohani. RasulKu Petrus tak tahu bahwa apa yang AKU lakukan adalah bayangan penyucian HATI, perh Rum 8 : 5 yang berbunyi sbb : karena orang yang menurut tabiat duniawi, memikirkan hal duniawi, memikirkan hal dunia itu tapi orang yang menurut Roh memikirkan hal Rohani. Keadaan Rasul Petrus tak jauh berbeda dengan Hamba-hambaKU di akhir zaman ini, karena mereka tidak dipimpin oleh RohKU maka mereka tolol terhadap perkara-perkara Rohani.
FirmanKU adalah Kebenaran (Yahya 17 : 17) yang berbunyi sbb : Kuduskanlah mereka itu di dalam kebenaran, karena Firmanmu itu kebenaran. Untuk menyelidiki FirmanKU kamu harus memerlukan pimpinan RohKU, karena perkara-perkara Rohani hanya dapat diselidiki dengan Roh I Kor 2 : 12 – 16. Dan hubungkan dengan I Yah. 2 : 27. Sebab itu kamu Hamba-hambaKU perlu memiliki karunia karunia Roh KU perhatikan I Kor 12 : 8 – 11. Sebab itu sampaikan kepada Hamba-hambaKU yang sekarang sedang membasuh kaki sidang atau saling membasuh kaki supaya hentikan pembasuhan kaki badani, utamakan perkara Rohani yang perlu dibasuh/dicuci/dibersihkan adalah HATI bukan kaki badani. Dalam ayat 11 nampak disini sesudah AKU membasuh kaki murid murid KU (Rasul-rasul KU), maka RasulKU Yudas Iskariot berkhianat pada KU. Jadi nampak disini pembasuhan kaki tidak membawa manfaat kepada RasulKU ini dan perhatikan ayat 18.

Ayat 8
Dalam ayat ini, bila AKU tiada membasuh kaki Rasul Petrus KU ini, maka tiadalah boleh engkau mendapatkan bahagian bersama sama dengan AKU. Inilah yang ditekankan oleh banyak Hamba-hambaKU yang tiada mengerti rahasia Rohani dari pembasuhan kaki, sehingga mereka memaksakan setiap Hamba-hambaKU dan sidang jemaat harus dibasuh kaki badani mereka. Kalau tidak, tidak akan bersama sama dengan AKU…bagaimana dengan Rasul Ku Yudas Iskariot itu ? sesudah dibasuh kakinya lalu dia menghianati AKU, menjual AKU dengan 30 keping perak ? lalu dia mengantungkan dirinya di pohon. Dan terburai isi perutnya. Dimanakah dia berada sekarang ? perhatikan Kisah 1 : 16 – 20. Dalam doaKU dalam Yahya 17 : 12 … kecuali anak kebinasaan itu yang dimaksud adalah Rasul Yudas.
Sebenarnya dalam pengertian Rohani, kepada setiap orang/manusia sudah AKU bersihkan hatinya dengan FirmanKU dan RohKU dan menerimanya seperti apa kehendakKU maka mereka itu menjadi milikKU, dan kelak akan bersama sama dengan AKU. Tapi tak perlu membasuh kaki badani karena itu adalah ibadat yang lama, ibadat menurut hukum Torat yang AKU sudah akhiri bersama Perjamuan Pasah selama-lamanya.
Ayat 9
Dalam ayat ini Rasul Petrus tidak mengerti maksud dari pembasuhan kaki secara Rohani. Petrus minta kepadaKU supaya, AKU tidak saja membasuh kakinya tetapi tangan dan kepalanya dibasuh. Permintaan ini adalah permintaan yang tolol karena RasulKU ini hanya memandang perkara lahiria saja. Dalam pengertian Rohaninya perhatikan permintaan RasulKU ini, adalah sbb : Kepalanya dibasuh …kepala menunjuk pada pikiran, kehendak dan kemauan. Tangan ….menunjuk pada perbuatan dan pekerjaan disucikan oleh AKU. Rasul Petrus ini mau melebihi Rasul-rasul yang lain, dia mau menonjol kedepan, mau diutamakan. Bandingkan ini dengan kedua anak Zabdi yakni RasulKU Yakub dan RasulKU Yahya Matius 20 : 20 – 28.
Inilah modelnya Hamba KU (Hamba-hambaKU) yang mementingkan perkara-perkara lahiria. Mau menonjol diri, suka dipuji, diistimewakan dsbnya.
Ayat 10
Siapa yang sudah mandi itu tidak usah dibasuh lagi lain daripada kakinya saja. Memang orang yang sudah mandi, maka seluruh tubuhnya bersih kecuali kakinya saja.
Yang AKU maksudkan disini hanya kakinya saja yang dibasuh dengan air, atau perjalanan hidup dari Petrus ini harus disucikan dahulu dengan FirmanKU dan RohKU sama dengan hati yang dibersihkan dengan FirmanKU dan RohKU perhatikan kembali Eps. 5 : 26, Rum 15 : 26, Yah. 15 : 3. FirmanKU punya daya pembersih dari segala kotoran dosa, karena FirmanKU hidup dan berkuasa seperti apa yang dimaksud dalam Ibr. 4 : 12 – 13 ; karena Firman ALLAH itu hidup dan berkuasa dan lebih tajam daripada pedang bermata dua dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan Roh serta sendi dan sumsum dan tahu menyelidiki segala ingatan dan niat hati.
Ayat 11
AKU sudah lebih dahulu tahu akan siapa diantara Rasul-rasul yang akan menyerahkan AKU ialah Yudas Iskariot yang baru selesai AKU basuh kakinya. Itu sebabnya AKU berkata : kamu suci tetapi tidak semuanya suci. Yang dimaksudkan adalah Yudas ….sebab kalau ada yang menekankan harus basuh kaki badani, dan kalau tidak melakukannya, tidak bersama sama dengan AKU. Nah bagaimana dengan Yudas Iskariot ? Pembasuhan kaki ini AKU perbuat sementara makan Perjamuan Pasah. Itu sebabnya AKU berkata : siapa yang mencelupkan tangannya kedalam pinggan sekaligus dengan AKU, dia yang akan menyerahkan AKU perhatikan Matius 26 : 23…kemudian ternyata adalah Yudas Iskariot. Sesudah itu iblispun masuk kedalamnya lalu dia keluar. Sesudah itu barulah AKU mengadakan Perjamuan Suci. Perhatikan baik baik Mat. 26 : 26 – 30, Yah 13 : 18, Yah 21 : 30. Nyata dalam ayat ini sesudah Yudas mengambil sesuap itu keluarlah ia dengan segeranya maka haripun malamlah. Sehingga dia tidak makan Perjamuan Suci, dengan AKU. Kalau perhatikan kejadian ini dapatlah kita melihat bahwa sementara mereka makan Perjamuan Pasah, lalu AKU membasuh kaki para Rasul, sesudah itu terjadilah penghianatan dari Yudas Iskariot. Yah. 13 : 1 – 20. Dan bandingkan dengan Yah. 13 : 21 – 30. Dalam injil Yahya ini tidak lagi disuratkan masalah Perjamuan Suci, hanya ditiga Injil lain (Matius, Markus, Lukas). Dalam ayat 11 ini kamu nampak AKU sudah tahu terlebih dahulu siapa yang akan menyerahkan AKU karena AKU ALLAH yang Maha Tahu. AKU yang sudah perbuat ini waktu AKU akan makan Pasah dengan RasulKU dimana tempat akan mengadakan Perjamuan Pasah…. Perhatikan Matius 26 : 17 – 19.
Ayat 12
Selesai AKU mencuci kaki para Rasul, AKU kembali kenakan jubahKU. Jubah ini menunjukkan Kemuliaan kepada KU. Setelah AKU selesai melaksanakan tugas dari BapaKu disorga, maka AKU kembali memakai jubahKU atau KemuliaanKu seperti doaKU dalam Yah 17 : 1 – 5. Sebab itu dalam melayani pekerjaanKu tanggalkan jubah kehormatan dsb. Seperti AKU juga sampaikan pada hambaKU Nabi Musa tanggalkan kasutmu karena tanah tempat engkau berpijak adalah tanah suci. Kel 3 : 1 – 5. Jadi dalam melayani AKU harus hampakan diri, jadilah hamba yang melayani yang mencontohi AKU dalam Fil 2 : 6 – 8.
Ayat 13
Kamu ini memanggil AKU TUHAN dan GURU maka betullah kata mereka…AKU manyungguhkan bahwa benar AKU ini Tuhan dan Guru sebagai Tuhan, AKU patut disembah ! oleh kamu (Rasul rasul) dan AKU sebagai Tuhan sudah merendahkan diri dan hampakan diri melayani manusia. Sebagai Guru, AKU mengajar dan kamu (Rasul rasul) sebagai murid harus menurut tanpa berbantah bantah. Juga sebagai Guru AKU mengajar mereka bagaimanakah mereka (murid murid Ku) harus merendahkan diri agar menjadi
Contoh dan teladan bagi dunia ini. Sebab itu mereka (kamu) yang menjadi Hamba-hambaKU harus mengerti maksud Rohani dari pembasuhan kaki ini dimana kamu belajar merendahkan diri dan melayani AKU dengan menbawakan kebenaran FirmanKU yang dipimpin oleh RohKU. Melayani AKU berarti melayani jiwa jiwa.
Ayat 14
Jikalau AKU Tuhan dan Guru, sudah membasuh kakimu patutlah kamu juga membasuh kaki sama sendirimu. Disinilah banyak Hamba-hambaKU mengambil contoh dalam pembasuhan kaki para Rasul, dimana masing masing membasuh kaki temannya secara lahiria, sebenarnya secara Rohani. Dalam pembasuhan kaki ini ada dua cara yang mereka pergunakan yakni :
1. Hamba Tuhan ? Gembala Sidang membasuh kaki dari sidang jemaat, dan memang kalau jumlah banyak, sampai ratusan dan ribuan anggota sampai kapan pembasuhan kaki itu selesai ?
2. Sesama Hamba Tuhan dan ada juga sesama sidang jemaat karena cara seperti ini yang dianggap mereka saling melayani dengan penuh kerendahan, tetapi sebenarnya kalau AKU sebagai Tuhan dan Guru, sudah meredahkan diri, membasuh kaki para Rasul. Demikian kamu juga harus contohi caranya dalam melayani pekerjaan dalam membasuh kaki/hati dengan Firman dan RohKU dengan kerendahan hati disertai dengan kesucian hati. Karena orang yang rendah hati disertai dengan kesucian akan memandang kemuliaan KU Mat. 5 : 3 dan ayat 8 juga akan mewarisi kerajaan sorga.
Ayat 15
Karena AKU sudah memberi teladan pada kamu supaya kamu juga berbuat sama seperti AKU perbuat padamu.
Dalam ayat 14 dan 15 inilah yang mejadi peganggan bagi banyak Hamba-hambaKU untuk melakukan pembasuhan kaki secara lahiria. Dan tak mau menerima apabila diartikan secara Rohani. Apalagi diperkuat dengan ayat 8. Tetapi perhatikan memasuki zaman Rohulkudus pada zaman gereja basuhan kaki tidak lagi diperaktekkan oleh para RasulKU, karena itu mengandung arti Rohani yang besar, itu sebabnya dalam ayat 7, AKU mengatakan kepada RasulKu Petrus bahwa apa yang AKU perbuat sekarang ini dia belum mengerti tapi satu klak dia akan mengerti. Dimana basuhan kaki lahiria ini adalah ibadat yang lama, tetapi harus membasuh kaki dalam pengertian Rohani dimana perjalanan Rohani harus dibasuh/dicuci Firman dan RohKU, bagaikan bokor yang diisi air mencuci kaki para Rasul. Itu sebabnya dalam Ibr. 9 : 10 yang berbunyi sbb: sedang perkara itu beserta dengan makanan dan minuman dan berbagai basuhan itu hanya hukum hukum lahiria saja yang ditanggungkan diatas orang hingga pada masa segala sesuatu akan disempurnakan klak.
Jadi adat basuhan termasuk basuhan kaki adalah hukum lahiria saja. Bukan hukum Roh. Dan adat basuhan ini adalah ibadat lama, sehingga dalam zaman Roh atau zaman Gereja basuhan kaki tidak lagi dilakukan oleh para Rasul bahkan pada Rasul yang utama menyuratkan bahwa adat basuhan adalah cara lahir saja, lalu bandingkan dengan I Kor 2 : 12 – 14 yang berbunyi sbb : tetapi kita ini telah menerima bukannya Roh dunia melainkan ALLAH kepada kita. Maka barang yang kami katakan itupun bukannya dengan pengajaran manusia melainkan dengan pengajaran Roh sambil membandingkan barang Rohani dengan Rohani. Tetapi orang duniawi tiada menerima barang yang daripada Allah itu karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya sebab perkara itu diselidik dengan peri Rohani.
Oleh karena itu untuk mengetahui rahasia dari pembasuhan kaki, apakah dilakukan secara lahiria atau secara Rohani. Hendaklah kamu berisi dan penuh dengan karunia-karunia RohKu seperti apa yang dimaksud dalam I Kor 12 : 8 – 11 dan I Yah. 2 : 27.
Apabila kamu memiliki karunia Roh maka karunia RohKu akan mengajar kamu segala sesuatu tentang FirmanKu. Teladan AKU berikan, yang kamu amalkan bukan basuh kaki secara lahiria/badani tetapi basuhan Rohani; bukan kaki, tetapi basuhan HATI. Sebab itu sucikanlah hati kamu dengan FirmanKu dan RohKU dimana saja kamu pergi, tubuhmu dipikul/dibawa oleh kaki begitu pula hatimu yang merupakan pusat kehidupan Rohani membawa pelayananmu dimana saja berada, maka perlu dicuci dan dibasuh dengan Firman dan RohKU. Sebab itu pekabaran Gereja Pertama pada Hari Pentakosta sesudah RasulKu berkhotbah, menjelaskan peristiwa ketuangan Roh pada Hari Pentakosta, maka orang yang mendengarnya merasa pedih hati lalu bertanya apa yang harus kami perbuat ? Maka jawab Petrus dalam Kis 2 : 37 – 38.
Setelah didengarnya demikian maka pedihlah hati orang sekalian lalu berkatalah mereka itu kepada Petrus dan rasul rasul lainnya ; Hai tuan tuan dan saudara sekalian apakah yang wajib kami perbuat ?..Maka kata Petrus kepada mereka itu, hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing masing kamu dengan nama Yesusu Kristus akan jalan keampunan dosamu lalu kamu akan beroleh anugrah Rohulkudus.
Jadi ditekankan oleh kebenaran FirmanKU apa yang wajib kami perbuat ? adalah : Bertobat, Berbaptis dalam nama Yesus Kristus, Beroleh Anugrah Rohulkudus. Lalu apabila dihubungkan dengan Eps. 2 : 8 yang berbunyi sbb : karena dengan anugrah itu kamu diselamatkan oleh sebab iman maka hal itu bukannya pekerjaan kamu melainkan karunia Allah. Jadi pada zaman Rohulkudus pembasuhan kaki tidak penting lagi dan tak perlu diamalkan karena termasuk pada hukum lahiria saja, dan kalau pada zaman anak itu penting.
Ayat 16
Seorang hamba mustahil lebih besar dari tuannya. Dalam melayani pekerjaanKU, kamu Hamba-hambaKU merupakan hamba dari AKU. AKU merupakan tuanmu, kalau AKU sebagai Tuanmu sudah memberi contoh pada kamu sebagai Hamba-hambaKU, kamu harus perbuat perkara yang sama dan bedakan mana yang bersifat Rohani atau perwujudan berkelanjutan seperti baptisan air, dilakukan menurut pengertian kata itu dimana kamu lakukan baptisan air karena itu sangat penting sebagai komando terakhir sebelum AKU naik ke sorga perhatikan Mat. 28 : 19 – 20, Markus 16 : 16 – 20, Kis 1 : 5, Kis 2 : 37 – 38, Kis 10 : 44 – 48, Kis 19 : 1 – 7, Kis 22 : 12 – 16.
Barang siapa mengikut AKU hendaklah kamu menanggung salib atau memikul salib setiap hari perhatikan Mat 16 : 24. Dalam ayat ini kalau diartikan menurut kata itu, maka buatlah kayu salib lalu ditanggungkan diatas bahu kamu…..tetapi sebenarnya ini diartikan secara Rohani, yakni memikul sengsara dan aniaya, olokan dsbnya, itu arti pikul salib dalam arti Rohani demikian juga basuh kaki, memasuki zaman Gereja atau zaman Rohulkudus harus diartikan secara Rohani yaitu pembasuhan kaki dalam arti Rohani yakni perjalanan Rohani harus dibersihkan selamanya dengan Firman dan RohKU.
Ayat 17
Jikalau kamu mengetahui segala perkara ini berbahagialah kamu jikalau kamu melakukan dia. Dalam ayat ini berbahagialah orang yang mengetahui rahasia pembasuhan kaki ini, berbahagialah Hamba-hambaKU dan Anak-anak KU yang mempraktekkan pembasuhan secara Rohani yakni membiarkan dirinya atau hatinya disucikan oleh AKU (Firman dan RohKU).
Tetapi “Wai” bagi Hamba-hambaKU yang salah mengartikan FirmanKU tersebut diatas dan mempraktekkan perkara perkara badani yakni membasuh kakinya. Ingatlah tanpa hati yang bersih dan suci, perjamuan KU ( Perjamuan Suci ) tak punya manfaat bagimu. Hanya membiarkan hatimu disucikan oleh Firman dan RohKU barulah Perjamuan Suci itu memberi manfaat kepadamu, dan berlayak makan Perjamuan Suci bersama dengan AKU dan membawa berkat Rohani seperti FirmanKu dalam Yahya 6 : 48- 56 dan bandingkan dengan I Kor 11 : 23 – 32.
Ayat 18
Dalam ayat ini AKU berkata pada Rasul rasulKu bahwa AKU tahu siapa pilihan Ku tetapi supaya isi Alkitab sampai yaitu orang yang makan rotiKu mengangkat tumitnya melawan AKU.
Ayat ini ditujukan pada Yudas Iskariot seorang diantara dua belas Rasul yang pada Perjamuan Pasah sesudah AKU membasuh kakinya lalu memasukkan tangan dalam pinggan bersama AKU telah berbuat khianat kepadaKU, sehingga dalam FirmanKU meskipun dia seorang Rasul yang AKU telah pilih dan tetapkan akhirnya berkhianat pada AKU.
Ayat 19
Adalah menyungguhkan kembali kepada para Rasul, sebelum terjadi maka AKU sudah tahu termasuk penghianatan Yudas Iskariot.
Ayat 20
Berbicara dengar dengaran kepada Ku itulah yang terbaik dan melakukan apa yang AKU suruhkan. Dan diperbuat dengan memperhatikan mana banyangan, mana wujud yang sesungguhnya, mana yang bersifat lahiria dan mana yang bersifat Rohani.
Amin
Demikianlah penguraian maksud Rohani dari pembasuhan kaki para Rasul yang AKU lakukan pada Perayaan Perjamuan Pasah yang terakhir.
Pelajaran pembasuhan kaki ini kami sebagai penyusun dan penerima dari Tuhan mempersembahkan pada para Hamba-hamba Tuhan dan Sidang Jemaat yang sejalan sepikir dalam menggali Firman Allah, dan pelajaran ini dimasukan dalam kurikulum pelajaran besar pada Sekolah Alkitab Persekutuan Kristen “Gereja Segala Bangsa” Tiranus Filadelfia di Menado (Telling Atas) merupakan persamaan Pelajaran untuk diajarkan dan dikhotbahkan dalam sidang jemaat khususnya PK “GESBA” di seluruh Indonesia. Dan diajarkan pada Kursus Alkitab dalam lingkungan PK “GESBA” dimana saja di Indonesia.
Segala kritikan dalam penyusunan pelajaran Pembasuhan Kaki ini kami terima dengan senang dan segala kekurangannya atau kurang pengertian dalam uraian ini kami akan bertanyakan kepada Tuhan yang empunya Firman.
Disusun di Menado kembali pada tanggal 24 Mei 1983.
Tuhan kiranya memberkati

Menado, 24 Mei 1983
Persekutuan Kristen Gereja Segala Bangsa
Badan Pengurus Pusat Bidang Mission Penginjilan dan Pendidikan,
KETUA

Ttd

(Pdt. J. H. Waworuntu)

5 responses to “PELAJARAN PEMBASUHAN KAKI PARA RASUL

  1. apa bisa pembasuhan kaki dilaksanakan ? nanti kami kirimkan rekaman petunjuk Tuhan saat doa dan puasa di Jemaat Filadefia Tabang

  2. Apakah pembesuhan Kaki dapat di kaitkan dengan Misi masa kini…??

    Tolong secepatnya beri Info, Thank’s God Bless

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s