LAHIRNYA ALKITAB

Torah inside of the former Glockengasse synago...

Musa adalah pribadi pertama yang mendapat kepercayaan Allah untuk menulis kitab suci yang diilhami oleh Allah.  Allah memang berkomunikasi dengan manusia  pra-jaman Musa, Nuh, Abraham dll  tapi mereka tidak diberi kesempatan menulis Kitab Suci.  Musa adalah Nabi yang disuruh Allah menulis Kitab Suci pertama kali kepada orang Israel. Kis. 7:22,38; Ibr. 11:24-27; Roma 3:2.

1.   Dia memberikan tulisan tentang penciptaan dunia,

2.   Hukum

3.   Sejarah

4.   Janji-janji Allah, dan

5.   Nubuat.

Ada Theolog yang menduga bahwa tulisan musa sebenarnya bukan wahyu Allah tetapi Ia membaca dari legenda Kaldea.  Tentu pandangan ini sangat bertolak belakang dengan nas-nas di atas.  Di sampin itu, Theologia yang dianut dalam legenda  kaldea  bertentangan dengan Torat. Misalnya, orang-orang Babilonia percaya bahwa materi bersifat kekal.  Sedang Theologia Musa menyatakan bahwa materi adalah produk dari aktivitas kreatif Yahweh.

Latar belakang para penulis Kitab Suci berbeda.  Ada sekitar 40 orang yang menulis Alkitab.  Mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda:  petani, bangsawan, intelektual, nelayan  dan lain sebagainya.

Penulis Alkitab terjadi dalam sebuah periode yang panjang.  Hal tersebut dimulai dari Musa, nabi-nabi Perjanjian Lama dan para bangsawan, para nelayan dan intelek di era perjanjian Baru.  Wahyu tersebut bukannya diterima dalam sebuah masa tertentu tetapi meliputi jangka waktu kira-kira 1600 tahun lamanya.

Yosefus, ahli sejarah Yahudi pada abad I M, berkata bahwa  ‘kita tidak mempunyai buku-buku yang jumlahnya tak terhitung, saling bertentangan dan acak-acakan; tapi hanya dua dan dua puluh kitab yang mengandung sejarah tiap masa, yang diakui sebagai bersifat ilahi;  dari semua ini, lima kitab Musa yang berisikan Torat dan sejarah mengenai angkatan manusia hingga masa akhir hayatnya.

Mulai wafatnya Musa hingga Artaxerxes, para nabi sesudah Musa telah menggambarkan hal yang dilakukan selama masa hidup mereka masing-masing, di dalam tiga belas kitab. Empat kitab lainnya berisikan puji-pujian bagi Yahweh dan peraturan-peraturan hidup bagi manusia.  Meskipun masa-masa telah berlalu, namun Alkitab telah menunjukkan immutabilitasnya, karena ia tidak dikurangi maupun ditambahkan oleh gereja.

STRUKTUR  ALKITAB

1.   Perjanjian

Kata ‘Perjanjian’  dipakai untuk Alkitab.  Kel.24:8; Yer. 31:31.  Kata ini mengacu pada pengertian ’kesepakatan yang disetujui oleh dua pihak terkait.’   Dalam periode perjanjian lama, kata tersebut umumnya dipakai dalam masalah warisan. Dalam latar belakang tersebut, kedua pihak menyetujui isi perjanjian dan bersedia memainkan peran setia sesuai  kesepakatan tersebut.

Istilah perjajian juga dipakai dalam hubungan antara Allah dan umatNya. Misalnya dalam Torat, terjadi Perjanjian antara Yahweh dan Israel. Isi Perjanjian tersebut adalah ’Yahweh menjadi Allah Israel dan Bangsa Israel menjaddi Umat Allah.’  Tanggung jawab Yahweh adalah  memelihara dan memberkati Isrrael; sedang sebagai umatNya, umat Israel harus berbakti hanya kepada Yahweh.’

Fakta yang jelas mengenai Alkitab ialah bahwa Alkitab dibagi ke dalamdua bagian besar yakni:  PERJANJIAN LAMA dan PERJANJIAN BARU.

2.  Perjanjian Lama

2.1.  Pembagian versi Ibran

Perjanjian Lama mengalami perubahan dalam pembagiannya. Pada awalnya, Perjanjian Lama hanya dibagi menjadi dua bagian besar yakni:   Torat dan Nabi-nabi  (Torah & Nebhiim). Luk. 16:16.

Dikemudian hari, orang-orang Yahudi membaginya lagi ke dalam tiga bagian besar ( Luk. 24:44)  yakni :

–         Torat  (Torah)

–         Nabi – Nabi  (Nebhiim)  dan

–         Kethubim  (Tulisan-tulisan Suci).

Dalam pembagian ini PerjanjianLama terdiri dari 24 Buku.

a.   Torah terdiri dari kelima kitab Musa  yaitu : Kejadian, Keluaran, Imamat,

Bilangan, Ulangan

b.   Nabi-nabi dibagi menjadi : nabi terdahulu (Yosua, Hakim-hakim, Samuel, dan Raja-raja)  dan nabi terkemudian (Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, kedua belas nabi).

c.   Kethubim dibagi menjadi :

–  Kitab-kitab puisi  (Mazmur, Amsal, Ayub);

–  Kelima gulungan:  Kidung Agung, Rut, Ratapan, Ester dan Pengkhotbah);

–  Kitab Sejarah :  Daniel, Ezra, Nehemiah dan Tawarikh.

TABEL  PEMBAGIAN  PERJANJIAN  LAMA

TORAT / TORAH

NABI-NABI / NEBHIIM

KETHUBIM / TULISAN SUCI

1.  Kejadian2.  Keluaran3.  Imamat4.  Bilangan5.  Ulangan A. Nabi-nabi terdahulu :1. Yosua2. Hakim-hakim (Rut)3. Samuel4. Raja-raja A.  Buku-buku Puisi1. Mazmur2. Amsal3. Ayub
B. Nabi-nabi terkemudian :1. Yesaya2. Yeremiah (Ratapan)3. Yehezkiel B. Kelima gulungan1. Kidung Agung2. Rut3. Ratapan4. Ester

5. Pengkhotbah

C. Buku-buku Sejarah :1. Daniel2. Ezra-Nehemiah3. Tawarikh.

Di samping kedua pola pembagian Perjanjian Lama di atas, masih terdapat pola ketiga sebagai sebuah alternatif lain yakni Kitab Rut disatukan dengan Hakim-hakim  lalu Ratapan dengan Yeremiah.  Dengan pola pembagian tersebut maka Perjanjian Lama dianggap terdari dari 22 buah kitab.  Nampaknya cara pembagian inilah yang dikutip oleh Yosephus.

Pembagian Perjanjian Lama yang dianggap terdiri dari 22 buku (dalam 12 besar) kelihatannya mengikuti / dipengaruhi oleh pikiran bahwa huruf-huruf alfabet Ibrani terdiri dari 22 buah huruf.

Pembagian Perjanjian Lama menjadi tiga bagian mungkin didasarkan padda status dari para penulis dan bukan pada tahun penulisannya atau isinya.  Pertama, Musa  Si pemberi Torat;  kemudian para nabi dan terakhir pada kaum bijaksana, raja dan pangeran /bangsawan.  Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang hal ini, bisa membaca buku ’Introductory Guide to the Old Testament  oleh  M. Unger.

2.2.  Pembagian Versi Yunani

Ketika Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani (Th. 280-150 Seb.M), terjadi banyak perubahan. Terjemahan ini dinamakan Septuaginta.  Septuaginta adalah jawaban bagi masyarakat Yahudi dalam buddaya helenistis yang tidak lagi dapat berbahasa Ibrani.

Dasar pengelompokkan Perjanjian Lama versi Yunani adalah  ’isi buku.’ Berdasarkan pertimbangan isi buku ddari masing-masing kitab Perjanjian Lama, maka Perjanjian Lama dikelompakkan menjadi lima  kelompok yakni:  Hukum Torat, Sejarah, Puisi, nabi besar, dan nabi kecil.  Umumnya terjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa di masa kini mengikuti cara pengelompokkan versi Septuaginta.

Pembagian Perjanjian Lama Versi Septuaginta

 

Hukum / Torat

 

 

Sejarah

 

Puisi

 

Nabi Besar

 

Nabi Kecil

1. Kejadian 1. Yosua 1. Ayub 1. Yesaya 1. Hosea
2. Keluaran 2. Hakim2 2. Mazmur 2. Yeremia 2. Yoel
3. Imamat 3. Rut 3. Amsal 3. Ratapan 3. Amos
4. Bilangan 4. I Samuel 4. Pengkhotbah 4. Yehezkiel 4. Obaja
5. Ulangan 5. II Samuel 5. Kid. Agung 5. Daniel 5. Yunus
6. I Raja-raja 6. Mikha
7. II Raja-raja 7. Nahum
8. I Tawarikh 8. Habakuk
9. II Tawarikh 9. Zefanya
10. Ezra 10. Hagai
11. Nehemia 11. Zakharia
12. Ester 12. Maleakhi

3.  Perjanjian Baru

Para bapak gereja awal menambah pada Perjanjian Lama 27 buku yang disebut Perjanjian Baru.  Perjanjian Baru diklasifikasikan menjadi empat kelompok yakni:  Injil  (Matius, Markus, Lukas, Yohanes);  Sejarah  (Kisah Para Rasul);  Surat-surat  (Roma, I&II Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, I&II Tesalonika, I&II Timotius, Titus, Filemon, Ibrani, Yakobus, I&II Petrus, I/II/III Yohanes);  Nubuat (Wahyu).

 

INJIL-INJIL

 

 

SEJARAH

 

SURAT-SURAT

 

NUBUAT

1. Matius2. Markus3. Lukas4. Yohanes Kisah Para Rasul Surat Paulus :1. Roma2. I Korintus3. II Korintus4. Galatia

5. Efesus

6. Filipi

7. Kolose

8. I Tesalonika

9. II Tesalonika

10. I Timotius

11. II Timotius

12. Titus

13. Filemon

Surat Umum :

1. Ibrani

2. Yakobus

3. I Petrus

4. II Petrus

5. I Yohanes

6. II Yohanes

7. III Yohanes

 

Wahyu

Dalam perseptif gereja Perjanjian Baru ada pemahaman yang khas pada buku-buku Perjanjian Baru.  Kitab-kitab Injil berhubungan dengan  ’masa silam’ (mereka).  Kisah Para Rasul dan surat-surat berkaitan dengan ’masa kini’ (mereka). Kitab Wahyu berurusan dengan ’masa depan.’  Keempat Injil bercerita mengenai pelayanan Yesus pra-gereja Perjanjian Baru.  Kisah Para Rasul mengenai keadaan ddan nasehat rasul-rasul kepada gereja saat itu;  sedang buku Wahyu menyingkapkan hal-hal yang akan terjadi.

PERSEPSI KRONOLOGIS GEREJA PURBA PADA PERJANJIAN BARU


Agama yang sejati terdapat di dalam Perjanjian Baru. Di dalam Injil-injil ada Pendiri Agama Yang Sejati  yakni Kristus.  Selanjutnya dalam Kisah Para Rasul  dan Surat-surat PB, terkandung dasar-dasar dari agama yang sejati.  Akhirnya, di dalam buku Wahyu berbicara tentang penggenapan terhadap agama yang sejati.

Kristus dilukiskan dalam cara yang khas oleh buku-buku Perjanjian Baru.  Dalam Injil-injil Ia tampil sebagai Kristus Historis.  Di Kisah Para Rasul dan Surat-surat PB, Kristus pengalaman (Orang Kristen)  dan di buku Wahyu, Kristus Glori.

Buku-buku Perjanjian Baru ditulis dalam sebuah periode antara 45 hingga 55 tahun lamanya (kira-kira th. 45 – 100 M.).  Sebenarnya kitab-kitab Perjanjian Baru meliputi sebuah jangka waktu yang jauh lebih lebar dibanding dengan masa penulisan di atas.

 

CIRI

 

 

TAHUN

 

TERTULIS  DALAM

Permulaan Thn  6 seb.M – 29 M Diliput oleh Injil-injil
Perluasan Thn. 29 – 60 M Diliput oleh KPR, sebagian besar surat Paulus.
Konsolidasi Thn. 60 – 100 M Diliput oleh surat-surat Paulus yang lebih akhir, surat-surat umum dan buku Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s